Kuitin
Panduan

Invoice, kwitansi, dan nota: apa bedanya?

Penawaran, invoice, kwitansi, dan nota sering tertukar. Masing-masing punya waktu dan fungsinya sendiri. Memakai dokumen yang tepat membuat klien lebih percaya dan catatanmu lebih rapi.

Perbedaan singkat

DokumenKapanFungsi
Surat penawaranSebelum ada kesepakatanMenjelaskan pekerjaan, harga, dan syarat
InvoiceSetelah sepakat, sebelum dibayarTagihan: berapa yang harus dibayar dan kapan
KwitansiSetelah uang diterimaBukti bahwa pembayaran sudah diterima
NotaSaat transaksi jual beliCatatan barang atau jasa yang dibeli, biasanya di toko

Invoice

Invoice adalah tagihan. Isinya rincian pekerjaan, total, jatuh tempo, dan cara pembayaran. Invoice belum membuktikan bahwa uang sudah diterima.

Kwitansi

Kwitansi dibuat setelah uang diterima dan ditandatangani penerima. Untuk nilai di atas Rp5.000.000, kwitansi dikenai bea meterai Rp10.000. Lihat cara membuat kwitansi.

Nota

Nota umumnya dipakai toko untuk mencatat barang yang dibeli dan sering langsung berfungsi sebagai bukti bayar. Untuk pekerjaan jasa dengan nilai cukup besar atau pembayaran bertahap, invoice dan kwitansi lebih jelas.

Faktur pajak adalah dokumen yang berbeda dan punya aturan sendiri. Untuk pertanyaan perpajakan, konsultasikan dengan konsultan pajak.

Urutan yang umum untuk pekerjaan jasa

  1. Kirim surat penawaran.
  2. Setelah disetujui, kirim invoice.
  3. Setelah dibayar, berikan kwitansi.

Di Kuitin, ketiganya terhubung: isi sekali di penawaran, lalu ubah ke dokumen berikutnya dengan satu klik.

Buat invoice sekarang →