Cara membuat kwitansi yang benar
Kwitansi adalah bukti tertulis bahwa uang sudah diterima. Bentuknya sederhana, tetapi kwitansi yang tidak lengkap bisa menimbulkan salah paham, terutama untuk pembayaran besar atau pembayaran bertahap.
Apa itu kwitansi
Kwitansi dibuat oleh penerima uang dan diberikan kepada pembayar. Bagi pembayar, kwitansi adalah bukti bahwa ia sudah membayar. Bagi penerima, salinannya menjadi catatan pemasukan.
Menurut KBBI, ejaan bakunya adalah kuitansi. Ejaan kwitansi lebih sering dipakai sehari-hari. Keduanya merujuk ke dokumen yang sama.
Isi kwitansi yang lengkap
- Nomor kwitansi. Pakai pola yang konsisten, misalnya KWT-tanggal-urutan, agar mudah dicari.
- Telah terima dari. Nama orang atau perusahaan yang membayar.
- Uang sejumlah. Jumlah dalam huruf (terbilang), misalnya Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah.
- Untuk pembayaran. Keperluan yang jelas, misalnya "Pelunasan jasa dokumentasi video, invoice INV-0042".
- Jumlah dalam angka. Misalnya Rp 1.500.000. Angka dan huruf harus sama persis.
- Tempat dan tanggal. Kota dan tanggal uang diterima.
- Tanda tangan dan nama jelas penerima.
Contoh
| No. | KWT-20261022-001 |
|---|---|
| Telah terima dari | PT Contoh Sejahtera |
| Uang sejumlah | # Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah # |
| Untuk pembayaran | Pelunasan desain logo, invoice INV-20261015-002 |
| Jumlah | Rp 1.500.000 |
| Tempat, tanggal | Jakarta, 22 Oktober 2026 |
Cara menulis terbilang
Terbilang adalah jumlah uang yang ditulis dengan huruf. Aturan yang paling sering keliru:
- 11 ditulis sebelas, 12 sampai 19 memakai belas.
- 100 ditulis seratus dan 1.000 ditulis seribu, bukan "satu ratus" atau "satu ribu".
- Untuk juta tetap satu juta.
- Akhiri dengan kata rupiah.
Banyak orang menambahkan tanda # di awal dan akhir terbilang agar tidak bisa ditambah kata lain. Kalau ragu, pakai alat terbilang untuk mengecek.
Kapan kwitansi perlu meterai
Menurut UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai, dokumen yang menyatakan penerimaan uang dengan nilai lebih dari Rp5.000.000 dikenai bea meterai Rp10.000. Kwitansi termasuk dokumen jenis ini.
Meterai bisa berupa meterai tempel atau e-Meterai, dan biasanya dibubuhkan di area tanda tangan. Untuk kasus khusus, rujuk ketentuan resmi Direktorat Jenderal Pajak.
Generator kwitansi di Kuitin otomatis menampilkan kotak meterai bila jumlahnya di atas Rp5.000.000.
Kesalahan yang sering terjadi
- Angka dan huruf berbeda. Selalu cocokkan sebelum ditandatangani.
- Keperluan tidak jelas. "Pembayaran" saja tidak cukup; sebut pekerjaan dan nomor invoice.
- Tidak ada tanggal. Tanggal penting bila nanti ada pertanyaan kapan uang diterima.
- Ada coretan. Lebih baik buat kwitansi baru daripada mencoret.
- Satu kwitansi untuk beberapa pembayaran tanpa rincian. Untuk DP dan pelunasan, buat kwitansi terpisah. Lihat panduan DP dan pelunasan.